Beranda / Nasional / Jembatan Sei Kepayang: Jalur Vital yang Terabaikan, Jadi Sarang Kemacetan dan Kejahatan

Jembatan Sei Kepayang: Jalur Vital yang Terabaikan, Jadi Sarang Kemacetan dan Kejahatan

Tanjungbalai – Sebagai penghubung penting antara Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan, Jembatan Sei Kepayang sesungguhnya memiliki nilai strategis yang luar biasa. Namun di balik perannya yang vital, kondisi jembatan ini justru memprihatinkan dibiarkan terabaikan, penuh kekacauan, hingga berpotensi membahayakan nyawa pengguna jalan.

Setiap harinya, jembatan ini dilewati ratusan kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil penumpang, hingga truk-truk besar berbobot 30 ton. Beban berat yang terus melintas seharusnya menjadi perhatian serius, namun hingga kini tampak tidak ada langkah nyata dari Pemerintah Kota Tanjungbalai maupun Pemerintah Kabupaten Asahan.

Hasil pantauan awak media, Minggu (6/6/2026) dari sore hingga malam hari bahwa kemacetan akibat parkir sembarangan merupakan masalah paling mencolok, dimana kendaraan roda dua maupun roda empat yang diparkir seenaknya tanpa aturan. Ditambah lagi
bebasnya pedagang mendirikan lapak di badan jembatan. Akibatnya, ruas jalan yang seharusnya cukup untuk dua arah menyempit drastis. Arus lalu lintas tersendat setiap hari, bahkan sering berhenti total. Pengemudi dan penumpang harus rela terjebak macet, sementara risiko kecelakaan semakin tinggi.

Gelap Gulita sepanjang jembatan Sei kepayang di malam hari semangkin memperburuk kondisi dan bisa saja terjadi tindak kejahatan. Warga setempat dan pengguna jalan melaporkan maraknya transaksi narkoba, minum-minuman keras serta aksi pembegalan yang terjadi secara bebas tanpa ada rasa takut. Pelaku leluasa beraksi karena minimnya pengawasan dan kondisi yang mendukung penyamaran.

“Jembatan ini sangat penting, tapi kondisinya seperti tidak diurus siapa-siapa. Siang macet parah karena pedagang dan parkir sembarangan, malamnya gelap dan berbahaya. Truk-truk besar lewat terus, takutnya suatu hari jembatan ini ambruk,” keluh Budi, salah satu pengemudi yang setiap hari melintasi jalur ini.

Selanjutnya beliau meminta permerintah baik Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan serta pihak kepolisian agar kiranya segera melakukan tindakan :
– Pemerintah segera menertibkan pedagang liar dan parkir sembarangan
– Memasang lampu penerangan jalan yang memadai
– Melakukan pengecekan kondisi struktur jembatan mengingat beban kendaraan berat
– Meningkatkan patroli keamanan untuk memberantas tindak kejahatan, pungkas Budi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun kepolisian terkait keluhan yang disampaikan warga.JD

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *