Batu Bara – 04 April 2026, Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Cakra Nusantara Indonesia (CNI) Khairul Abdi Silalahi, S.H, M.H menilai PT Buana Sawit Indah (BSI) telah memperlambat proses pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Mekar Baru, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara. Menurutnya, upaya untuk mewujudkan program koperasi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa tersebut mengalami hambatan dari pihak perusahaan perkebunan.
Padahal sebelumnya pihak terkait telah mengundang Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN) Perwakilan Batu Bara untuk mengikuti rapat koordinasi di Kantor Desa Mekar Baru. Rapat tersebut bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan terkait tanah yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan koperasi. Khairul menyampaikan bahwa pihaknya berharap rapat tersebut dapat menjadi titik temu untuk mempercepat proses pengurusan dokumen tanah.
Selain menilai PT BSI lambat merespons, Khairul juga mengkritik kinerja Kepala BPN Perwakilan Batu Bara yang dinilai lambat dalam menangani proses tanah tersebut. Ia menegaskan bahwa tanah yang akan digunakan untuk pembangunan koperasi berada di luar wilayah Hak Guna Usaha (HGU) yang dimiliki oleh perusahaan perkebunan. “Ada apa dengan Kepala BPN Perwakilan Batu Bara? Apakah tidak mendukung program dari pemerintah?” ujarnya dengan menyoroti pentingnya dukungan instansi terkait terhadap program pembangunan masyarakat.
Khairul juga menjelaskan bahwa HGU adalah Hak Guna Usaha yang memberikan hak untuk mengelola tanah dalam jangka waktu tertentu, bukan berarti perusahaan memiliki hak milik atau menguasai tanah secara mutlak. Menurutnya, konsep hukum ini perlu dipahami dengan jelas oleh semua pihak agar tidak terjadi kesalahpahaman yang menghambat program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kalau ada program dari pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, maka pihak perkebunan harus mendukung sepenuhnya. Tidak ada alasan untuk menghambat atau memperlambat proses yang jelas-jelas bermanfaat bagi banyak orang,” tegas Khairul. Ia berharap pihak PT BSI dan BPN Perwakilan Batu Bara dapat segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan ini sehingga pembangunan koperasi dapat segera terlaksana.JD









