Bengkulu , 22 Maret.2026 – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bengkulu Haposan Silalahi melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan layanan kunjungan keluarga jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Provinsi Bengkulu pada Minggu (22/3).
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 16.30 WIB ini melibatkan semua Lapas, Rutan, dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) dengan total pengunjung mencapai 3.450 orang.
Berdasarkan laporan resmi dari setiap UPT, jumlah pengunjung yang datang sangat tinggi dengan rincian sebagai berikut:
– Lapas Kelas IIA Bengkulu: 863 pengunjung untuk 232 Warga Binaan Penjara (WBP)
– Lapas Kelas IIA Curup: 507 pengunjung untuk 126 WBP
– Lapas Kelas IIB Arga Makmur: 561 pengunjung untuk 189 WBP
– Lembaga Pembinaan Khusus (LPP) Kelas IIB Bengkulu: 244 pengunjung untuk 61 WBP
– LPKA Kelas II Bengkulu: 61 pengunjung untuk 19 anak dalam pembinaan
– Rutan Kelas IIB Bengkulu: 809 pengunjung untuk 282 tahanan
– Rutan Kelas IIB Manna: 233 pengunjung untuk 55 tahanan
Secara keseluruhan, 1.026 laki-laki, 1.513 perempuan, dan 911 anak-anak menjadi bagian dari total 3.450 pengunjung. Sebanyak 982 Warga Binaan – 916 laki-laki dan 66 perempuan – mendapatkan kesempatan bertemu keluarga.
Persiapan dan Pengamanan yang Matang
Sebelum kegiatan berlangsung, Haposan Silalahi telah menginstruksikan seluruh UPT untuk menyiapkan sarana pendukung seperti ruang tunggu, tenda tambahan, dan alur layanan yang jelas guna menghindari kerumunan. Petugas menjalankan pemeriksaan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan cermat terhadap barang bawaan pengunjung untuk mencegah barang terlarang masuk.
Kegiatan ini didukung oleh 166 personel internal (65 pengamanan dan 101 pelayanan) serta 22 personel eksternal dari TNI (6 orang) dan Polri (16 orang). Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif tanpa gangguan kamtibmas yang menonjol.
“Kegiatan ini mencerminkan kesiapan jajaran pemasyarakatan dalam memberikan layanan publik yang optimal,” ujar Haposan Silalahi. “Kami mengedepankan keamanan dan ketertiban, namun juga tidak melupakan nilai humanis.”
Ia menegaskan bahwa evaluasi berkelanjutan akan dilakukan untuk meningkatkan pelayanan di masa mendatang. Total penghuni di seluruh UPT Pemasyarakatan Bengkulu saat ini mencapai 2.885 orang, terdiri dari 2.185 narapidana dan 700 tahanan.
Penulis : Rahmat Hidayat









