BANTEN – Korps Sabhara Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korsabhara Baharkam Polri) terus bergerak aktif memastikan keamanan objek vital nasional (obvitnas) di sektor energi. Memasuki hari keempat Bimbingan Teknis (Bintek) Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP), Tim Baharkam Polri melakukan penguatan sistem keamanan hulu ke hilir di PT Lestari Banten Energi (PLTU Banten 1 X 660 MW), Kamis (9/7/2026).
Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan pembangkit listrik super kritis tersebut terbebas dari segala bentuk potensi gangguan operasional yang dapat berdampak pada pasokan listrik masyarakat.
Ketua Tim Bintek Baharkam Polri, Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pendekatan pengamanan modern tidak lagi hanya mengandalkan penjagaan fisik, melainkan menyentuh aspek humanis dan tata kelola manajemen yang transparan.
“Pengamanan terbaik bukan hanya soal pagar tinggi atau CCTV, melainkan bagaimana kita membangun komunikasi yang humanis dengan seluruh elemen di dalam perusahaan, termasuk rekan-rekan Serikat Pekerja. Keharmonisan antara kesejahteraan karyawan dan stabilitas operasional adalah kunci utama dalam menjaga keberlangsungan objek vital nasional ini,” ujar Kombes Pol Edy Sumardi di sela-sela kegiatan di Serang, Banten, Kamis (9/7/2026).
Selama kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB di Meeting Room PT Lestari Banten Energi, tim melakukan evaluasi mendalam pada empat elemen utama SMP, yakni Pola Pengamanan, Konfigurasi Pengamanan, Standar Kemampuan Pelaksana, serta Monitoring dan Evaluasi.
Secara maraton, Tim Baharkam Polri berdialog dengan lintas departemen. Mulai dari tim Technical Service dan Maintenance untuk memastikan target nihil gangguan teknis (zero breakdown), bagian Finance dan Procurement terkait proteksi dokumen digital dan transparansi pengadaan barang, hingga tim laboratorium guna memastikan kendali mutu limbah dan operasional tetap ramah lingkungan.
Kombes Pol Edy Sumardi menambahkan, kompleksitas tantangan di lapangan menuntut adanya kemandirian dari setiap lini perusahaan dalam mendeteksi ancaman. Oleh karena itu, Tim Baharkam Polri memberikan rekomendasi strategis agar setiap departemen menyusun analisis risiko pengamanan secara mandiri.
“PLTU Banten ini adalah infrastruktur super kritis yang menyuplai kebutuhan energi masyarakat banyak. Deteksi dini dan mitigasi yang rapi dari hulu ke hilir akan memastikan operasional berjalan efisien tanpa gangguan tak terduga,” pungkasnya.
Di sisi lapangan, koordinasi juga diperketat bersama Chief Security serta personel BKO TNI dan Polri untuk memastikan kesiapan administrasi dan rencana operasi pengamanan berjalan selaras. Rangkaian Bintek hari keempat ini ditutup dengan tertib dan lancar, membawa optimisme baru bagi penguatan iklim industri yang aman dan kondusif di wilayah Banten.( JD/AK )









